Belajar dari Tadashi Yanai, Tidak Tabu dan Anti Dengan Kegagalan

Belajar dari Tadashi Yanai, Tidak Tabu dan Anti Dengan Kegagalan

Saya sangat terinspirasi dengan kisah Tadashi Yanai di video di bawah ini, bukan karena total kekayaannya ataupun keberhasilan yang dicapainya (walaupun itu juga keren banget sih…), tapi dengan cara pandangnya terhadap kegagalan. Yanai tidak anti pati pada kegagalan, dia melihat kegagalan bukan sebagai halangan, atau sesuatu yang buruk, tapi sebagai sebuah masalah yang harus ditemukan solusinya. Kegagalan adalah sebuah tantangan untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Dia berkata, “Biasanya orang cukup ketakutan dengan kegagalan, dan hal itu yang membuat mereka tidak bisa sukses. Ketika kami mengembangkan diri ke luar negeri (brand UNIQLO-red), kami gagal di Inggris, benar? Kami gagal di China, kami gagal lagi di Amerika. Gagal, gagal, gagal, gagal.”

Apa yang membuat Yanai tidak dihentikan oleh kegagalan yang dialaminya?

Tadashi Yanai, Founder UNIQLO
Tadashi Yanai,
Founder UNIQLO (FashionUnited)

“Setelah berbagai kegagalan, hal itu menyalakan api yang luar biasa di dalam saya. Bergerak dari kondisi sekarang (kegagalan-red), apa yang harus saya lakukan agar sukses? Terutama untuk anak-anak muda di Asia. Kegagalan seharusnya tidak dilihat sebagai kegagalan, tetapi tantangan,” demikian terang Yanai dalam video tersebut.

Dia kemudian mempelajari berbagai merek ternama yang berhasil membuka toko-toko cabang di berbagai negara, seperti Marks&Spencer, ToNext, Limited, GAP, dan sekarang mulai mempelajari brand seperti H&M, Zara, Nike, Adidas dan berbagai merek terkenal lainnya. Ia tidak membatasi hanya pada satu jenis atau lini bisnis yang sama dengannya.

Mengapa Yanai melakukan itu?

Uniqlo Store
Uniqlo Store (CNN Money)

Sebuah visi besar, dia ingin brand miliknya, UNIQLO menjadi perusahaan pakaian terbesar di tahun 2020 nanti.
Hal ini membuat saya bertanya pada diri saya sendiri, “Sebesar apakah visi saya? Seberapa banyak saya mau belajar untuk mengembangkan diri dan mewujudkan visi tersebut? Apakah saya siap untuk menghadapi tantangan demi tantangan yang menanti di depan, yaitu kegagalan demi kegagalan?”

Sudah lama saya terkesan dengan yang namanya kegagalan ini, ini memacu saya untuk belajar lebih lagi. Salah satu buku yang dulu sempat memacu saya adalah “Dare to Fail” yang ditulis Billi P.S. Lim.

Kegagalan bukanlah hal tabu. Kegagalan adalah bagian dari kehidupan. Kegagalan adalah anak tangga menuju kesuksesan. Banyak orang sudah membuktikan, untuk mencapai sebuah kesuksesan kamu mungkin butuh beberapa kali, berpuluh-puluh kali bahkan ada yang ratusan dan ribuan kali kegagalan.

Kakak saya pernah bilang, kalau kita hidup ini harus seperti bola bekel. Ketika kehidupan membantingmu ke bawah, mematullah lebih tinggi dari sebelumnya. Jadi jangan hanya lihat ketika diri kita jatuh ke bawah, tapi lihatlah akibat dari kejatuhan itu, kita bisa memantul lebih tinggi, karena kita belajar sesuatu saat kita gagal, dan kita menjadi lebih baik lagi, dan lebih baik lagi, dan lebih baik lagi, hingga akhirnya kita meraih keberhasilan yang kita impikan itu.

Fosil Dinosaurus
Fosil Dinosaurus (Wonderopolis)

Tadashi Yanai hingga saat ini terus belajar, terus memperbaiki produk dan juga perusahaannya. Dia mengajarkan karyawan-karyawannya filosofi “Change or die”, karena itulah kehidupan. Kita dituntut untuk terus berubah, dan berubah, dan berubah… tidak ada hentinya. Sebab jika kita berhenti berubah, maka kita harus siap seperti dinosaurus. Apa yang terjadi dengan dinosaurus? MEREKA PUNAH. Mengapa? Karena mereka tidak bisa beradaptasi dengan kondisi yang terus berubah. Mereka yang tidak berubah, mereka pasti akan menuju kematian. Cepat atau lambat.

Semoga sharing ini menginspirasi teman-teman,
God bless you my friends..

Puji Astuti

My name Puji Astuti, I’m writer and Online Media Enthusiast that loved to read, learn new thing and sharing my skill. In this site I will share my though and what I’m doing, I hope it can be bless for others. Read More

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.