Seberapa Responsifkah Kamu Ketika Dibangunkan Oleh Alarm?
Jam dengan alarm

Seberapa Responsifkah Kamu Ketika Dibangunkan Oleh Alarm?

Pada hari Senin, beberapa minggu lalu ada peristiwa unik saat saya bangun pagi.

Saya selalu tidur dengan smartphone di dekat saya, karena mengandalkan alarm di handphone untuk bangun. Saya sudah set bangun pukul 04.30 WIB di hari Senin, karena harus berangkat kerja ke wilayah Cikarang, sedangkan setiap Sabtu dan Minggu saya pulang ke Gunung Putri, Bogor yang jaraknya sekitar 40 km dari kantor. Namun dari kecil saya terbiasa untuk buat alarm lebih pagi, setelah itu tidur sejenak sebelum benar-benar bangun.

Tidak terkecuali pagi itu, saya bangun mematikan alarm pada pukul 04.30 dan berkata, “tidur sebentar lagi ah..”

Tapi, tiba-tiba saya terbangun karena kaget mendengar pertanyaan kakak ipar saya yang pagi-pagi sudah menyalakan televisi sambil membantu keponakan saya yang sedang bersiap akan berangkat sekolah. Lucu juga sih pertanyaan dia, “Itu istri Aming, cewek apa cowok sih?”

Kamu jangan terpancing untuk menjawabnya ya…

Inti tulisan ini bukan tentang pertanyaannya, tapi saat dia ngomong begitu hal itu membangunkan saya dan membuat saya sadar bahwa saya masih di rumah dan sudah pukul 05.45 WIB. Ya, saya hampir terlambat… langsung saya lari ke kamar mandi, pamitan dan berangkat ke kantor…

Dalam perjalanan saya kembali diingatkan Tuhan, “Mengapa menunggu dibangunkan oleh sesuatu yang mengagetkan baru bangun dan siap-siap?”

Berbagai pertanyaan yang muncul kemudian

ajukan-pertanyaan
Ajukan Pertanyaanmu!

Saya diajak untuk merefleksi kepada hidup saya, bukan hanya tentang bangun pagi. Seberapa sering kita baru membuat perubahan drastis ketika ada “wake up calling” yang mengagetkan? Kenapa ngga buat persiapan jauh-jauh hari sebelumnya?

Kenapa ngga olahraga dari dulu sehingga badan lebih sehat, kenapa harus nunggu sakit baru berubah?

Kenapa ngga atur dan pilih makanan yang sehat dari dulu, kenapa harus menunggu kepentok karena penyakit?

Kenapa ngga membiasakan nyetir hati-hati dari dulu, kenapa harus kecelakaan dulu baru sadar?

Dan pertanyaan kenapa itu terus bertambah daftarnya…

Seringkali Tuhan sudah memberikan alarm peringatan kepada kita agar kita berubah. Namun seringkali juga kita mengabaikan peringatan itu dan berkata, “Nanti aja… bentar lagi… masih lama itu..” dan segudang alasan lainnya…

Iya, kalau memang kita masih punya kesempatan sekalipun waktunya mepet…

Tapi klo sudah terlambat gimana? Klo tiba-tiba Tuhan panggil kita pulang pada hari ini, gimana? Apakah ada yang kamu sesali karena kamu belum lakukan?

Adakah hal yang bisa kita rubah hari ini, saat alarm dari Tuhan masih lembut? Yuk kita lembutkan hati kita, berubah dan menjadi pribadi yang lebih baik…

Puji Astuti

My name Puji Astuti, I’m writer and Online Media Enthusiast that loved to read, learn new thing and sharing my skill. In this site I will share my though and what I’m doing, I hope it can be bless for others. Read More

This Post Has 2 Comments

  1. SAMSUDIN

    Bagaimana cara merespons alarm tuhan untuk diri kita??
    Bagaimana cara kita mengenali bahwa alarm tersebut adalah pertanda teguran tuhan kepada kita??
    Mohon ulasannya min …
    Makasi salam kenal …

    1. Puji Astuti

      Hai Samsudin, responnya mudah, dengan pertobatan dan mendekatkan diri sama Tuhan. Cara mengenalinya pun mudah, yaitu dengan merendahkan hati kita di hadapan Tuhan, mengarahkan hati dan telinga kita pada suara-Nya yang ditulis di dalam Kitab Suci. Selaraskan hidup kita dengan firman-Nya, maka percayalah kita akan peka akan suara dan teguran Tuhan dan hidup kita pun akan semakin dekat dengan Sang Pencipta kita…
      Semoga pemikiran ini bermanfaat ya.. Tuhan memberkatimu..

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.